Minggu, 29 September 2013

[Jurnal Harian] Masa-Masa Jahat di Sekolah

Seringkali kita tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan telah membuat sakit orang lain. Begitupun seorang murid. Aku tak akan merasakan betapa berat dan sakitnya yang harus dihadapi seorang guru bilamana Tuhan tak mengijinkanku untuk mengetahuinya. Tapi Ia tahu apa yang harus dirancang-Nya untuk menampikku dari perbuatan-perbuatan "jahat" yang telah aku lakukan.

Benar kata-Nya bahwa semua yang kita lakukan akan kembali pada diri kita sendiri. Kebaikan yang kita lakukan, keburukan yang kita perbuat, semuanya akan berbuah sebagaimana mestinya pada kehidupan kita mendatang. Dan, inilah yang kini kurasakan.

Murid, bukan menjadi hal yang tabu lagi, bahkan, berlaku buruk di dalam kelas. Mengobrol, mengabaikan pelajaran, tidur, tidak peduli pada guru, semua hal buruk itu sebenarnya amatlah menyakitkan bagi seorang guru. Tak lain aku, yang dulu seringkali melakukan hal-hal tersebut, secara tidak langsung telah menyakiti hati guruku.

Aku sama sekali tak mengira rasanya akan begitu pedih ketika kita bicara dengan sepenuh hati, berusaha berbagi, mencurahkan semua untuk memahami, namun yang terjadi adalah balasan yang remeh. Tak berbeda dengan keburukan-keburukan murid di kelas. Apa yang kurang dari seorang guru yang setiap detik waktu pentingnya hanya diluangkan untuk menjadikan kita seorang yang "bernilai", bertalenta, dan menjadi "manusia super". Dan, apa yang telah aku dan kebanyakan murid perbuat demi membalas hal agung itu.

Sungguh bila Tuhan tidak memberiku sebuah jalan untuk bertempat di posisi sebagaimana guruku, tentu aku tidak akan mengetahui betapa jahatnya aku ketika menjadi seorang murid, dulu. Kini aku tahu, sangat pedih ketika kita mencoba melakukan hal yang sangat mulia itu dan dengan mata kepala sendiri kita melihat perlakuan bosan yang ditunjukkan seorang murid. Mungkin akan sangat maklum bila murid hanyalah "tidak sengaja" lelah dan terlepas dari fokus memperhatikan. Namun, bagaimana rasanya ketika kita berusaha memahamkan dan berbagi sedang orang yang kita tuju menunjukkan kejemuannya dan kesengajaannya untuk tak menghiraukan.

Bila sudah begini, bersedihlah aku betapa banyak khilafku ketika masa-masa sekolah. Betapa jahatnya aku pada guruku. Namun, sungguh mereka tak sedikit pun menunjukkan kecewa atas perlakuan yang tak terpuji ini. Ialah guru, yang patut di-gugu dan ditiru. Kiranya kini tugas bagiku untuk mengubah keburukanku dengan menjadi guru yang bisa diteladani layaknya mereka. Membangkitkan etos murid dalam menuntut ilmu. Bahwa ada saat-saat di mana kita harus memikirkan orang lain, ada saat-saat di mana kita harus tunduk, ada saat-saat di mana kita harus berjuang, dan ada saat-saat di mana kita boleh bersenag-senang. Semua harus ditempatkan di tempat yang semestinya, agar tidak ada yang terdzalimi.

"Satu hal untuk menjadi orang baik adalah tidak memperlakukan orang lain dengan perlakuan yang tidak kita suka dan memberikan hal terbaik sebagaimana kita menyukainya."

Guru
Taked from Google Image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar